Rabu, 19 Juni 2013

Kesalahan Lizzie

Diposting oleh Aliya W di 09.33 0 komentar
Di bawah teduhnya pohon di sebuah pinggir sungai, Lizzie duduk termangu sambil mencorat-coret sesuatu di buku sketsanya dan memikirkan tentang, siapa lagi kalau bukan Vano, orang yang selalu dia pikirkan selama bertahun-tahun ini.

Vano, orang yang tanpa secara langsung memberi kontribusi besar pada kehidupan sehari-hari Lizzie.Vano yang selalu membuatnya sedih tanpa alasan, Vano yang membuatnya selalu pulang lewat sore karena jadwal latihan futsalnya, Vano yang selalu membuatnya semangat hanya karena keberadaannya saja, Vano yang membuat Lizzie bingung sendiri tentang apakah dia gendut atau tidak, cantik atau tidak, Vano yang...

Masalahnya, Apakah Vano peduli akan semua hal itu?

Mungkin apa yang dikatan Fanya benar, "Untuk apa kamu peduli sama hal yang bahkan nggak peduli sedikit pun sama kamu? Untuk apa kamu bergantung pada hal yang sama sekali bahkan belum tentu baik sama kamu? Cinta? Ha! You must be kidding. Love never hurt us. Love is not complicated, but you make it complicated, Liz. Time to wake up and move on."

Apakah Vano peduli akan kesedihan Lizzie, saat Vano resmi bersama Ghina, seniornya?
Apakah Vano peduli akan lelahnya Lizzie menunggu Vano hingga lewat sore karena latihan fustsalnya?
Apakah Vano peduli akan semangat Lizzie karena adanya Vano?
Apakah Vano peduli akan penampilan Lizzie?
Apakah Vano peduli dengan Lizzie?

Mungkin ini kesalah terbesar bagi Lizzie yang selalau mengelak kenyataan bahwa Vano bukanlah orang yang terbaik bagi Lizzie, bahwa Vano selamanya bukan untuk Lizzie. Inilah kesalahan Lizzie yang selalu mengelak pada kenyataan, dan yang selalu memuntahkan pil kenyataan mentah-mentah. Padahal sudah sewajarnya kita sebagai manusia untuk menelan pil kenyataan meskipun rasanya sangat pahit, bukan?

Hati Lizzie menjerit, ia seakan marah. Kemudian Lizzie melempar buku sketsanya ke sungai, kemudian ia pergi dari tempat itu dengan mengayuh sepedanya. Ia marah akan kenyataan yang terus mengejeknya akan kebodohannya. Senyuman Vano terus terbayang di pikiriannya. Bukan senyum yang manis, akan tetapi senyum yang mengejek akan kebodohan dirinya.

Di sisi lain, buku sketsa Lizzie, yang dia lempar tidak benar-benar jatuh ke sungai. Buku sketsa itu malah jatuh dan terbuka. Dan di dalam buku itu terdapat puluhan sketsa... wajah Vano.

Inilah kesalah Lizzie.

Selasa, 26 Maret 2013

Hate and Being Hated.

Diposting oleh Aliya W di 05.41 0 komentar
Hate and Being Hated. It's life.

Dibenci dan membenci. Tapi kenapa harus itu?

Dibenci itu menyedihkan. Membenci itu melelahkan, right?
Dibenci oleh banyak orang itu menyakitkan. Terpojok, whatever you do, they'll always say : "Wrong. You're the problem."

Kita nggak harus membenci tanpa alasan kan? That's non-sense...membenci orang yang baru pertama kali kita temui tanpa mengetahui "seluk-beluk" orang tersebut.

Asap nggak akan muncul kalau nggak ada api. Rasa benci nggak akan muncul kalau nggak ada kebencian.

I wonder... why must we hating each other without a specific reason.... without a logical reason?

I ever felt it. That was hurt. Depressed.
Hal yang harusnya gak jadi besar, dibesar-besarkan dan jadi masalah buat kita. Dan kalau dipikir itu gak akan merugikan buat lingkungan hidup di sekitarnya.

Kenapa harus ada rasa "benci"? Darimana ada rasa benci?

Friend Used to Be

Diposting oleh Aliya W di 05.40 0 komentar
Friend. Friendship. What is Friendship?
How is Friends used to be?

Friend will never leaveus alone.
Friend will never insult us.
Friend will understand about us.
Friend will never talk badly about us, even behind us.
Friend always cheer us up.
Friend never blaming on us, even if we're wrong, they will tell us softly.

Itu yang kutahu tentang "Friends used to be", dan mencoba jadi "a good friend. Like a friend used to be."
And I never find my "real" friend. Nope, I don't search for a "perfect friend", karena itu mustahil. But I'd search for a friend, who never insult me, a friend who understand me. Just it. Ah, and... never talk badly about me.

Where is my "real" friend?

Senin, 25 Maret 2013

The Most Romantic Couple on RPG Horror Game

Diposting oleh Aliya W di 07.19 0 komentar
Ahhh... akhir-akhir ini ketagihan buat main RPG games. Pertama main Ib, dan sekarang Mad Father. Pernah dengar RPG game ini? kalau belum cobain deh. Those are really cool.

Oke, sejauh game yang sudah kumainkan, ternyata meskipun genre-nya horror, tapi tetep ada kinda couple-story in it. Yah sekarang aku bakal bahas mereka-mereka itu yang sudah bikin envy itu :).

1. Ib >< Garry
Awas Spoiler!!!
Oke,  is there anyone have play "Ib"? kalau udah, kalian pasti udah gak asing lagi sama nama tadi. Yap. Ib adalah tokoh utama yang kita mainkan, yaitu seorang anak berumur 9 tahun yang tersesat di galeri seni yang ternyata menyeramkan itu. Kemudian, ia bertemu dengan Garry, cowok (yang agak dewasa, I guess,) but probably he is not an adult at all.. Setelah Ib menolongnya dengan mengembalikan mawarnya yang berwarna biru itu, Garry memutuskan untuk menemani Ib selama perjalanan dan melindunginya. Tapi sepanjang permainan, Garry lebih cocok jadi "couple" buat Ib, daripada seorang guardian atau "kakak". Yah, di game juga terlihat kok, kalau Garry juga jauh lebih care sama Ib ketimbang Mary. Dan kalau kita dapat good ending, kita bakal bisa lihat bahwa Garry dan Ib sudah sangaaaat dekat, meskipun sempat lupa satu sama lain.
Adegan so sweet lainnya :
1. Waktu Ib pingsan,Garry menyelimuti Ib dengan coat nya.
2. Kalau kita kalah waktu mengambil kunci di perut boneka, Ib dan Mary bakal datengin Garry. Ib memukul   wajah Garry supaya Garry sadar, kemudian memeluknya.
3. Garry nyelamatin Ib dari serangan Mary.
4. Garry ngorbanin mawar birunya yang sangat berharga buat lindungin Ib dari Marry.
Aaah, love them! *fanmade

Garry does really care with Ib.

Promise of Reunion *from the game*

2. Aya >< Dio
Aya (11 th) yang mencoba untuk menyelamtkan ayahnya dari ancaman kutukan, yang buat semua test-subjcet yang ternyata selama ini ayahnya lakukan hidup seperti zombie. Ayahnya ternyata seorang scientist, yang hobi banget buat eksperimen dari jasad manusia atau pun manusia hidup... dan ada yang dibuat menjadi boneka.
Kemunculan Dio pertama kali malah bikin Aya takut karena penampilan Dio yang menyeramkan (dengan sebagian wajah yang tampak membusuk tanpa sebelah mata). Tapi, untuk kedua kalinya, Aya nggak takut lagi, karena ternyata Dio yang nyelamatin dia. Dan ternyata Dio berusaha buat ngelindungin Aya, atas perintah ibunya Aya yang sangat mencintai anaknya itu. Dio juga meminta pada Aya, agar tidak melupakan semua orang yang pernah ada dirumah itu (test-subject, red).
Unfortunately, Aya and Dio don't have a good ending. Dio yang akhirnya harus ikut terbakar bersama rumah Aya, menyuruh Aya untuk melarikan diri dari rumah tersebut. Semuanya atas perintah ibu Aya. Dan ternyata Dio sebenarnya adalah salah satu dari test-subject ayahnya aya, yang ikut hidup kembali bersamaan dengan munculnya curse di rumah itu.
Dan yang aku gak suka berbeda dengan Garry, Dio tidak selalu muncul setiap saat, but he always appear on a right time!
Dio nyelamatin Aya dari ayahnya yang berdiri dan siap-siap dengan chainsaw miliknya.
Tapi...di akhir permainan, sebelum rumah tersebut benar-benar terbakar, ada adegan yang ngalahin so sweertnya Ib dan Garry! Dio mendekat, dan mengecup dahi Aya, keudian berkata "Good bye, Aya. May you be smiled upon." Aaahhh... how cute....


Huft... what a bad ending :(

Charming Corpse, Dio

How cute... :))


So? Gimana? Which one is your favourite? But for me, both of them are romantic... Nah, it's all up to you to make a decide!


Minggu, 11 November 2012

Bilang Suka Duluan -- Girl in Action

Diposting oleh Aliya W di 04.08 3 komentar
Bilang suka duluan? Gila,itu hal yang gimanaaa gitu buat cewek, ya nggak?
Tapi mau gimana? kalau kita terus diam gitu.. keburu orang nya taken sama orang lain. Padahal kita sudah suka dalam waktu yang cukup lama. Sia-sia, 'kan? Udah makan hati dalam waktu yang cukup lama, eh... nggak taunya dia taken.

Jadi gimana dong? Emangnya kalau bilang suka duluan bukannya malah jadi kayak murahan ya? bukannya jadi keliatan agresif ya?

Well, sebenarnya gini. Tau nggak dari semua cowok yang kutanya ada yang jawab gini... kasih aja namanya.. Mocha, dia temenku.
Aku      : Mocha, aku mau nanya.
Mocha : Apaan?
Aku     : Menurutmu, kalau ada cewek yang bilang suka duluan itu murahan gak, sih?
Mocha : Nggak. Menurutku dia malah tinggi.
Aku     : Tinggi?
Mocha : Ya... gitu deh

Waktu itu aku gak begitu ngerti. Terus kutanya lagi sama temanku, cowok juga. Kasih aja namanya D.

Aku   : D, menurutmu kalau ada cewek bilang suka duluan ke cowok itu gimana?
D       : Bagus kok.
Aku   : Gak murahan?
D      : Tergantung caranya sih.
Aku  : Maksudnya?
D      : Ya kalau dari awal dia ngejar-ngejar gitu sampai bikin ilfeel itu namanya Agresif. Tapi kalau misalnya
           kalem gitu kan, terus cara dia ngomongnya keliatan tulus gitu... aku suka.
Aku  : Jadi.. belum tentu murahan, 'kan?
D     : Tergantung caranya. Emang kenapa sih? Mau ngomong suka tah? sama siapa?? wkwkwk
Aku  : *lari pontang-panting*

Tuh. Lihat kan? para cowok bilang apa. Semuanya tergantung cara kita dalam ngungkapinnya.Nah, buat yang pengen niat.. aku kasih tau tipsnya deh.

1. Setidaknya, si dia harus tau siapa kamu. Jangan sampai kamu nggak tau-tau muncul di depannya terus confessing perasaan mu. Yang ada malah jadi awkward. Ya.. kalau mau, coba-coba mention dia di twitter mungkin, mengakrabkan diri gitu. Jadi waktu kamu confessing, dia nggak kaget,dan nggak berpikiran "Wew, orang mana nih? kenal aja nggak"
2. Kasih sesuatu. Maksudku bukan berari kamu ngasih-ngasih something yang berlebihan, ya. Kamu bisa kasih dia surat, atau gambar yang negasin perasaanmu ke dia. Tapi ingat, jangan sering. cukup sekali dua kali aja. Paling banyak 3 kali deh. Kalau lebih, bisa-bisa kamu dianggap cewek gampangan. Lebih bagus lagi, kalau kamu ngasihnya pas lagi confessing.
3. Cari moment yang tepat. Usahakan cari moment dimana dia betul-betul lagi rileks, lagi mood dan nggak ada yang perhatikan dia. Selain buat menghindari jadi pusat perhatian, jadi nggak begitu norak gitu,dak menghindari hal-hal yang memalukan dan nggak diinginkan terjadi.
4. Bawa pasukan. Pasukan juga penting... hehehe. Ini kalau kamu bener-bener gak berani sendirian. Jumlah orangnya pun gak boleh lebih dari 5. Dan kalau bisa cukup 2 orang aja.. dan pastiin mereka adalah sahabat-sahabat kamu yang siap nyemangatin kamu. Peran mereka juga penting lho, misalnya mengalihkan perhatian yang lain, nyemangatin kamu dari belakang, sampai bantuin kamu nyari moment yang tepat.
5. Dandan dulu. Bukan berarti pake riasan yang alay dan iyuh + bikin ilfeel. Cukup berpenampilan agak lebih berbeda dari sehari hari. Setidaknya, penampilan yang bikin kamu lebih cantik dari biasanya. Misalnya, kalau kamu biasanya tata rambutny ponytail, kamu bisa ikat dengan agak lebih feminim, dan bikin kamu lebih percaya diri.
6. Be confident. Kumpulkan rasa percaya diri kamu. Yakinkan dirimu seyakin-yakinnya, optimis. Tapi jangan berlebihan. Setidaknya cukup buat kamu ngomong ke dia.
7. Ucapin dengan jelas dan tenang. Tadaaa!!! this is the point. Tarik nafas, seyum dan bilang, deh!tapi jangan dengan ekspresi yang berlebihan, dan yang bikin gak banget. Yang ada pesanmu malah gak sampai, dan jadi hal yang sangat strange. Ingat, tujuanmu bukan 'nembak', tapi sekedar mau confessing doang. Boleh, kamu tatap dia waktu confessing. Tapi, kalau kamu nggak berani, kamu boleh nunduk.

Gimana? mudahan ini bisa ngebantu kalian. Kalau mau liat responnya dan cara nyikapinnya silahkan baca postingan Aliya selanjutnya. :)
.

Selasa, 04 September 2012

Kujira No Mejirushi

Diposting oleh Aliya W di 09.12 0 komentar
Jadi, aku punya komik. Komik ini keren banget. Iya sih, kuakui ceritanya udah biasa banget, but I can't say that I don't like this manga. I love it. No matter how many times I read this manga, ceritanya selalu kerasa touching banget. Percaya atau nggak, aku udah baca komik ini 3 kali, dan nangis 3 kali juga.

Judul aslinya "Kujira no Mejirushi" kalau versi Gramedianya "Let's Make a Wish". Ada 2 cerita, yang pertama ceritanya cowok imut Daiki Ishikiwa, yang hobi banget berenang. Dia terkena Neuroblastoma, yakni tumor atau kanker yang menyerang sel syaraf. Dalam kasus Daiki, sel kanker pindah ke belakang mata kirinya dan membuat bola matanya tidak dapat bergerak. Daiki didiagnosa waktu umur 5 tahun dan di harus berjuang selama 6 tahun ngelawan penyakit tersebut. Daiki anak yang mempunyai banyak impian dan berhati lembut. Aku paling suka sama kata-katanya yang ini, waktu dia jadi direktur hotel Sheraton. Kayaknya pengalaman dia di hotel berbintang yang gede itu betul-betul bikin dia terkesan.
"Kalau aku jadi direktur... aku bisa membuat anak-anak sepertiku menginapdi hotel itu... " 
Ya ampun. Anak sekecil ini. How can he act like that? Sempetnya diamikir orang lain. Anak umur segitu... biasanya usia-usia dia buat egois.

Ternyata selama ini dia nggak tahu kalau dia kena kanker. Dia tahu setelah udah beberapa tahun berjuang.. (dan dokter menyatakan udah nggak ada kemungkinan buat sembuh), dia tahu setelah pulang dari tempat akupuntur...

"Ibu, aku kena kanker ya?" 

"....kenapa tanya begitu?"
"Peralatan digunakan dokter akupuntur tadi.. untuk mengobati penderita kanker,'kan?"

Ibunya Daiki jelas kagetlah. Ibunya gak tahu harus ngomong apa. Sekuat-kuatnya anak itu nerima kenyataan, pasti anak seusia Daiki bakal shock berat untuk mengetahui kebenaran yang seperti itu.

"....Benar, kamu kena kanker.. Tapi, kanker banyak jenisnya, lho! Yang kamu derita, bisa disembuhkan, Ayo kita berusaha menyembuhkannya!!"

Daiki diam sebentar. Ibunya udah mikir yang nggak-nggak.Tapi kalian tahu, Daiki jawab apa??

"KAANNKEEER???" (ekspresinya lucu banget dengan wajah polos) "Hehehe. Nggak apa, kok! Aku pasti sembuh!!"
 Oh, God. Aku nggak nyangka. Ya.. spontan. I cried when I red this part. Aku cuma bayangin, kalau aku jadi Daiki's mother. Dia harus jadi lebih dewasa dari usianya sebenarnya. Ada juga yang kusukai:

"Kamu ingin jadi direktur utama lagi, kan?"
"Nggak."
"Kenapa?"
"Karena aku sudah pernah melakukannya. Lebih baik orang lain saja yang mencobanya. 'Kan masih banyak anak kecil lainnya. Soalnya ini pengalaman yang jarang sekali bisa didapatkan, 'kan?"
Polos banget ya. He's really kind. :))

-Ibu bersykur kamu jadi anakku, Daiki. Ibu bahagia jadi ibumu, Daiki...


Terus yang kedua.. ceritanya si Mio Shimizu. Dia suka nggambar, anak yang aktif dan ceria. Dia didiagnosa Leukimia akut  waktu kelas 4 SD. Sejak itu, kehidupan Mio berubah. Dia harus tinggal di rumah sakit, mengkonsumsi obat-obat yang keras. Rambut dan alisnya rontok dan wajahnya membengkak akibat pengaruh kemoterapi. Dia pengeeen banget kembali ke kehidupannya semula. Selama masa itu, Mio sangat merasa kesepian dan tidak punya teman. Silih berganti waktu, teman-temannya dirumah sakit pun berganti-ganti.

"Mio, kalau dibolehkan dokter, apa mau ketemu teman-teman?"
"Sudahlah... jatuh sakit memang bukan aib,dan memang ingin bertemu teman-teman. Tapi.. aku nggak mau dilihat dalam kondisi seperti ini."
Akhirnya, waktu dia kelas 5 SD, kondisi Mio membaik. Kalau ia berhasil bertahan sampai golden week, kehidupannya bisa kembali seperti semula.Sayangnya, nggak sampai golden week, penyakitnya kambuh lagi.

Obat yang diberikan dosisnya lebih tinggi, dan pengaruhnya lebih keras dari sebelumnya... bahkan mempengaruhi emosinya. Mio sempat dapat teman  dirumah sakit.. namanya Mai-chan. Tapi nggak lama, Mai-chan meninggal setelah kondisinya memburuk. Ada tulisan Mio yang bikin aku sengungukan.

Terima kasih, Ibu. 
Ibu kadang meminta maaf karena telah melahirkanku dengan tubuh berpenyakit. 
Aku sakit bukan karena Ibu.
Malah, Ibu selalu mendukungku.
Akulah yang seharusnya minta maaf. Ini bukan salah Ibu.

Terima kasih Ibu, teruslah dukung aku. Aku sangat bersyukur menjadi anak Ibu. 

dan juga surat dari sahabat Mio, Keiko-chan.Surat itu tiba di ruang rawat Mio. Saat itu, Mio sedang transplantasi sel darah putih untuk yang terakhir kali.

Untuk Mio.
Maaf, aku nggak tahu Mio sedang berjuang keras.
Lain kali kamu harus cerita, ya. Kita ini kan teman! Ah.. bukan..
Kita Sahabat! Aku sayang Mio!
Pokoknya haru-biru deh!. Manga ini cocok sama kamu yang udah bosen sama serial remaja yang isinya all about love mulu. Manga ini lebih menjurus ke kekeluargaan, kehangatan, kebersamaan, dan mengajari pentingnya itu hidup dan pentingnya itu berbagi.

Dan ternyata.Ini kisahnyata. Kisah nyata, ya.. kisah yang mengharu-biru ini kisah nyata. Sang Author,Sao Takebayashi, mengumpulkan info dari MAWJ. apa itu MAWJ? aku jelasih di pembahasan berikutnya aja ya. ^^

Dijamin dah, di novel ini gak ada yang namanya cinta-cintaan, kehidupan SMA dll. Jadi, selamat mencari manga ini yaa! (buat yang berminat).


 

Minggu, 02 September 2012

Eh? Ngobrol, yuk?

Diposting oleh Aliya W di 09.08 0 komentar
Hohohohohoo. Assalamu'alaikum deh. :) Udah lama gak nge-blog. Kangen deh sama blog ini. :*

Eh tau gak-tau-nggak-tau-nggak? Finally, aku jadi anak SMA lo.. hoohhohohohohohhohohohoho *girangjungkirbalikapapunlah. Nggak nyangka banget bakal nyampe ke masa yang namanya "teenager" ini. Wkwkw. Selama ini kalo baca manga gitu rata-rata mereka umurnya 15-17 semua. Berhubung manga yang gue baca keren banget jadi ngayal deh, 'kalo umurku segitu bakal indah gitu ya??'. Hahahaha.

Well, ketemu lagi sama orang-orang 2B1.Cuma beberapa sih --, gak semua. Ada Syelynn a.k.a Nenek, Diah, Dwi, PK, Clara, Fuad, Penta, ng... siapa lagi ya?

Jadi... mau nulis apa ya? nulis apa?-..-

Untuk kali ini,aku cuma mau ngobrol aja deh. Habis bingung mau nulis apa *kalaugitunggakusahngeblog!

Gini... emm.. em.. Jam berapa sekarang? *koplak Duh, mulai darimana yaa? Soalnya aku girang banget, ketemu kalian lagi ^^

Oke, kita mulai aja.. mungkin ini agak sedikit curhat sih.Tapi nggak apalah.

Yup, Akhir-akhir ini, aku sering banget baca komik. Yah... sebenarnya sih bisa dibilang aku pecinta manga (tapi aku nggak berani nyebut diri sendiri otaku). Dari semua komik yang aku baca, komik remaja... karena yang banyak cuma itu (sekali-kali aku pengen baca komik anak-anak lagi... semacam Doraemon, Bakabon, atau Kobo-chan).

Terus... akhir-akhir ini akumulai tertarik sama novel teenlit.

Dan.. kebanyakan dari mereka inti ceritanya sama.

Kalau di komik :
Si cowok tokoh idola, cakep, keren, populer, ganteng, perfecto lah. Idola semua cewek. Cowok ini biasanya typical kepribadiannya kalo nggak 2 ; 1. cool, cuek, keren, tapi sebenarnya perhatian atau 2. Bener-bener lembut sama cewek, perhatian, baik dan blak-blakan sekalian.. Dan nantinya pasti ada seseorang cewek yang gak begitu populer, gak begitu cantik, baik, cewek sederhana nan biasa aja yang naksir sama si cowok. Kemudian si cewek bakal patah-hati jatuh bangun and blablbla.. intinya dia berusaha buat dapetin si cowok idola ini. Dan at last.. ternyata orang yang si cowok sukai adalah cewek sederhana tadi, si cewek akhirnya tinggal ngomong..
"I like you."
Dan si cowok bakal terdiam... tersipu lalu jawab :
"I like you too." 
Terus mereka jadian, tamat! Umum banget, 'kan?

Kalau di novel :
Biasanya cowok itu BINTANG BASKET, cool, keren, banyak yang suka. Beberapa novelis menggambarkan si cowok biasanya orangnya agak kasar. Maksudku, Mereka ngomongnya kasar.. tapi hatinya lembut. Ada cewek yang suka, si tokoh utama. Intinya, ujung-ujungnya mereka bakal "jadian".

Umum banget.Ceritanya mudah di tebak. Tapi... coba deh.If we see reality, Love isn't like a love story. Ya nggak? Kalau bener, semudah itu, mungkin jumlah jomblo nggak akan sebanyak sekarang.

A perfect boy? Kalau perfect boy yang handsome, rich, idol, popular...itu banyak kok. Di sekolah ku aja bisa dihitung jumlahnya. Sering banget kok ketemu cowok kayak gitu.

Tapi, apa masalahnya?

Masalahnya, Aku nggak pernah tuh, ketemu cowok perfect yang naksir sama cewek yang sederhana, nggak begitu populer, nggak cantik-cantik amat. She must be pretty, cute, has a perfect-body-shape, popular or a model. Dan biasanya cewek ini kaya. :))

Kalau ketemu cewek cantik banget, kaya, populer pacaran sama cowok yang biasa-biasa aja sering banget nemu. Bahkan beberapa cowok diantaranya nggak begitu populer, maksudku, namanya nggak pernah terdengar. Entahlah, aneh 'kan?

Jadi kalau aku baca komik seperti itu.. itu bener-bener murni fiction. Nggak ada unsur reality nya. Aku bakal bilang itu masuk akal kalau akau menemukan cowok yang Top Idol gitu pacaran sama cewek yang sederhana kutubuku, menaati peraturan sekolah, rajin menabung,pulang tepat waktu, polos, dll. Ada yang udah pernah? Aku sih, belum. Kalau udah kasih tau, ya. :p

Dan kalau di teenlit sering nyeritain cowok basket itu cakep, but in reality I never found them. 3 tahun di SMP, cowok basket yang kutemui adalah sama ; Item, korengan, bau matahari, jorok, nggak pernah rapi, ngomong kasar. You might be crazy if you called them 'handsome'. Tapi aku nggak tau yah.. ideal type nya kan beda-beda ya. Mungkin aja zaman sekarang cowok git lagi ngetrend, ha-ha-ha.

Sama begitu masuk SMA.Cowok basketnya masih gitu. Nggak seburuk yang di SMP sih. Tapi mereka semua cenderung pecicilan. -_- maksudku.. kalau pecicilan pas main basketnya sih nggak apa...tapi mereka mulai mengaplikasikan penerapannya di kehidupan sehari-hari. Dan mereka nggak bau matahari sih.. tapi lebih aneh dari sebelumnya. Ada yang sampai mengganggu hidungku, sampe baunya menyengat. Berapa botol parfum sih? Intinya, sejauh ini, nggak ada anak basket yang enak buat dilihat..

......

Atau... pasti bosen juga ya dengan cerita beginian :

Cewek atau cowok. She/He had a cancer, "My life is only 3 years remaining..." akhirnya kepalanya botak, terus nangis-nangis. Menyesali kehidupan...

Bukannya apa sih. Satu-satunya komik yang ceritanya kayak gitu dan paling kusuka ya Make a Wish. Toko utamanya anak laki-laki, namanya Daiki. Dan itu kisahnyata.

Jadi intinya... aku pengen banget nemu bahan bacaan yang extra ordinary. Tapi aku juga nggak begitu suka sama cerita yang begitu 'gelap'.

Hah... mudahan ketemu deh.

 

Vinthought Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos