Tampilkan postingan dengan label Hope. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hope. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

F U T U R E

Diposting oleh Aliya W di 04.25 0 komentar
Mari kita buka dengan kata:
M A S A  D E P A N*
*: mohon ditambahkan dengan efek suara "haaaaaaaaa" malaikat

Oke. Kenapa aku ngomong tentang "future"? Well, bisa dibilang aku lagi galau tentang hal yang satu ini. Ya kan? instead of galau tentang lovey doovey? 

Aku punya adik, dan dia masih 10 tahun. Yah, bisa dibilang aku agak iri sama dia, why? cause she can face the world with her optimistic. Kalau dibandingkan, kadar keoptimisannya jauh lebih tinggi kebanding aku. 

Waktu itu aku tanya,
Si cantik (aku) : "eh, cita-citamu apa sih?"
si kecil (dia)    : "DOKTER!!" (dengan nada seyakin-yakinnya)
Si cantik          : "Yakin?"
si kecil             : "YAKIN!"

guys, do you get the point?

Point nya adalah, bisa kita lihat, betap optimisnya si kecil ini bilang "DOKTER!". Dan aku yakin, nggak cuma adikku aja, semua anak kecil di dunia bakal menyatakan cita-cita mereka dengan nada yang yakin, seolah impian mereka bakal bisa jadi nyata. Sejujurnya aku juga begitu, 
Dulu, aku selalu yakin dengan kata "DOKTER", tapi seiring makin dewasa, entah kenapa banyak hal yang menganggu, there are so much things that I must to considering of. Udah biaya kuliahnya mahal, sekolahnya lama, belum lagi biaya buku-buku nya, dan extra biaya buat masuk ke perguruan tinggi yang menyediakan fakutas kedokteran dengang mutu terjamin yang gak cukup puluhan juta. Serta peluang pekerjaan ini yang gak begitu meyakinkan. Bisa kalian hitung, berapa jumlah tempat praktek dokter yang ramai mulu tiap harinya? Ironisnya, entah iya atau tidak, semakin kita dewasa dan semakin mengetahui dan menyadari banyak hal, maka semakin kurang kadar optimis dalam jiwa kita. Padahal, optimis merupakan suatu kunci untuk mencapai target.

 And finally, I changed my decision.

Tapi apa? Sebenarnya, dari dulu ada kata-kata yang selalu terngiang dalam pikiranku,
You work it cause you love it, not you love it cause you work it
Intinya, kia harus melakukan suatu pekerjaan karena kita suka melakukannya, bukannya kebalikannya dimana kita harus terpaksa nmencintai suatu pekerjaan karena kita melakukannya. Suatu hari, aku pengen ngomong dengan bangga, "My occupation is my passion." Karena pastinya, bisa bayangkan bahagianya kita karena melakukan sesuatu atas dasar kecintaan kita terhadap sesuatu itu sendiri kan?

Aku sendiri gak nyadar dengan perubahan waktu. Rasanya tiba-tiba kamu sudah 16 tahun dan harus nentukan langkah kedepanmu selanjutnya. Harus nentukan apa yang bakalan kamu lakuin kedepannya, for the rest of your life?

Tapi, aku ngerasa beruntung, karena punya ortu yang gak maksain aku pada satu prioritas, sehingga aku gak ngerasa begitu tertekan. Karena ada beberapa ortu, yang you know lah, mereka menekan anaknya pada satu prioritas tertentu, apalagi kalau prioritas tersebut bertolak belakang pada apa yang diinginkan anaknya. Nah, ini yang susah. Kalau kalian ada pada prioritas ini, pertama aku ucapin selamat ke kalian, karena kalian tetap teguh pada impian dan ambisi kalian sendiri yang intinya kalian sudah punya apa yang namanya MIMPI, dan what are you going to do for the next step, meskipun impian tersebut berlawanan dengan apa yang ada di pikiran orang tua kalian, karena sejujurnya, aku belum punya apa yang namanya mimpi, um.. well, maksudku apa yang namanya cita-cita. Aku sudah punya sih, prioritas kemana perguruan tinggi yang bakal kumasukin, tapi fakultas apa, aku belum tahu.

Sekarang, intinya baik aku atau kalian yang sedang mengalami hal yang sama denganku, hurry up and make your decision. Mungkin buat yang masih bingung, kita bisa ikut tes-tes psikologi yang menelusuri minat dan bakat kita, jadi seenggaknya kita bisa dapat bayangan "what am I going to do for the next step" nya. Aku sudah coba sih, dan mungkin aku bakal masuk psikologi? hmmm... :)

Dan buat yang dipaksakan ortu nya, bicara dengan mereka baik-baik. Karena, pada dasarnya, ortu pasti pengen yang terbaik buat anak-anak mereka, namun cara menunjukkan bentuk kasih sayang tersebut mungkin membuat kalian nggak nyaman. Oke,  kalian bisa buktikan dengan cara mengukiti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan prioritas kalian. Dan kalau ini gak mempan, kalian bisa melibatkan pihak ketiga(?) you know whatta mean? -_-

Before we close this unfantastic entry(?) ini, ada sebuah quote, yang mungkin bisa masuk kepikiran kita;
"Apapun pilihan masa depan kamu nanti, jalanilah dengan sebaik-baiknya. Dan apapun yang akan terjadi nanti, jangan salahkan siapapun atas pilihan itu, karena bagaimanapun juga itu adalah pilihanmu dan harus siap dengan segala konsekuensinya." -Tante Meri
See? yang perlu kita lakukan adalah memantapkan hati dengan pilihan kita nanti dan harus berbesar hati dengan hal apapun yang bakal terjadi nantinya.

So... what are you going to do in the future?



Selasa, 26 Maret 2013

Hate and Being Hated.

Diposting oleh Aliya W di 05.41 0 komentar
Hate and Being Hated. It's life.

Dibenci dan membenci. Tapi kenapa harus itu?

Dibenci itu menyedihkan. Membenci itu melelahkan, right?
Dibenci oleh banyak orang itu menyakitkan. Terpojok, whatever you do, they'll always say : "Wrong. You're the problem."

Kita nggak harus membenci tanpa alasan kan? That's non-sense...membenci orang yang baru pertama kali kita temui tanpa mengetahui "seluk-beluk" orang tersebut.

Asap nggak akan muncul kalau nggak ada api. Rasa benci nggak akan muncul kalau nggak ada kebencian.

I wonder... why must we hating each other without a specific reason.... without a logical reason?

I ever felt it. That was hurt. Depressed.
Hal yang harusnya gak jadi besar, dibesar-besarkan dan jadi masalah buat kita. Dan kalau dipikir itu gak akan merugikan buat lingkungan hidup di sekitarnya.

Kenapa harus ada rasa "benci"? Darimana ada rasa benci?

Selasa, 04 September 2012

Kujira No Mejirushi

Diposting oleh Aliya W di 09.12 0 komentar
Jadi, aku punya komik. Komik ini keren banget. Iya sih, kuakui ceritanya udah biasa banget, but I can't say that I don't like this manga. I love it. No matter how many times I read this manga, ceritanya selalu kerasa touching banget. Percaya atau nggak, aku udah baca komik ini 3 kali, dan nangis 3 kali juga.

Judul aslinya "Kujira no Mejirushi" kalau versi Gramedianya "Let's Make a Wish". Ada 2 cerita, yang pertama ceritanya cowok imut Daiki Ishikiwa, yang hobi banget berenang. Dia terkena Neuroblastoma, yakni tumor atau kanker yang menyerang sel syaraf. Dalam kasus Daiki, sel kanker pindah ke belakang mata kirinya dan membuat bola matanya tidak dapat bergerak. Daiki didiagnosa waktu umur 5 tahun dan di harus berjuang selama 6 tahun ngelawan penyakit tersebut. Daiki anak yang mempunyai banyak impian dan berhati lembut. Aku paling suka sama kata-katanya yang ini, waktu dia jadi direktur hotel Sheraton. Kayaknya pengalaman dia di hotel berbintang yang gede itu betul-betul bikin dia terkesan.
"Kalau aku jadi direktur... aku bisa membuat anak-anak sepertiku menginapdi hotel itu... " 
Ya ampun. Anak sekecil ini. How can he act like that? Sempetnya diamikir orang lain. Anak umur segitu... biasanya usia-usia dia buat egois.

Ternyata selama ini dia nggak tahu kalau dia kena kanker. Dia tahu setelah udah beberapa tahun berjuang.. (dan dokter menyatakan udah nggak ada kemungkinan buat sembuh), dia tahu setelah pulang dari tempat akupuntur...

"Ibu, aku kena kanker ya?" 

"....kenapa tanya begitu?"
"Peralatan digunakan dokter akupuntur tadi.. untuk mengobati penderita kanker,'kan?"

Ibunya Daiki jelas kagetlah. Ibunya gak tahu harus ngomong apa. Sekuat-kuatnya anak itu nerima kenyataan, pasti anak seusia Daiki bakal shock berat untuk mengetahui kebenaran yang seperti itu.

"....Benar, kamu kena kanker.. Tapi, kanker banyak jenisnya, lho! Yang kamu derita, bisa disembuhkan, Ayo kita berusaha menyembuhkannya!!"

Daiki diam sebentar. Ibunya udah mikir yang nggak-nggak.Tapi kalian tahu, Daiki jawab apa??

"KAANNKEEER???" (ekspresinya lucu banget dengan wajah polos) "Hehehe. Nggak apa, kok! Aku pasti sembuh!!"
 Oh, God. Aku nggak nyangka. Ya.. spontan. I cried when I red this part. Aku cuma bayangin, kalau aku jadi Daiki's mother. Dia harus jadi lebih dewasa dari usianya sebenarnya. Ada juga yang kusukai:

"Kamu ingin jadi direktur utama lagi, kan?"
"Nggak."
"Kenapa?"
"Karena aku sudah pernah melakukannya. Lebih baik orang lain saja yang mencobanya. 'Kan masih banyak anak kecil lainnya. Soalnya ini pengalaman yang jarang sekali bisa didapatkan, 'kan?"
Polos banget ya. He's really kind. :))

-Ibu bersykur kamu jadi anakku, Daiki. Ibu bahagia jadi ibumu, Daiki...


Terus yang kedua.. ceritanya si Mio Shimizu. Dia suka nggambar, anak yang aktif dan ceria. Dia didiagnosa Leukimia akut  waktu kelas 4 SD. Sejak itu, kehidupan Mio berubah. Dia harus tinggal di rumah sakit, mengkonsumsi obat-obat yang keras. Rambut dan alisnya rontok dan wajahnya membengkak akibat pengaruh kemoterapi. Dia pengeeen banget kembali ke kehidupannya semula. Selama masa itu, Mio sangat merasa kesepian dan tidak punya teman. Silih berganti waktu, teman-temannya dirumah sakit pun berganti-ganti.

"Mio, kalau dibolehkan dokter, apa mau ketemu teman-teman?"
"Sudahlah... jatuh sakit memang bukan aib,dan memang ingin bertemu teman-teman. Tapi.. aku nggak mau dilihat dalam kondisi seperti ini."
Akhirnya, waktu dia kelas 5 SD, kondisi Mio membaik. Kalau ia berhasil bertahan sampai golden week, kehidupannya bisa kembali seperti semula.Sayangnya, nggak sampai golden week, penyakitnya kambuh lagi.

Obat yang diberikan dosisnya lebih tinggi, dan pengaruhnya lebih keras dari sebelumnya... bahkan mempengaruhi emosinya. Mio sempat dapat teman  dirumah sakit.. namanya Mai-chan. Tapi nggak lama, Mai-chan meninggal setelah kondisinya memburuk. Ada tulisan Mio yang bikin aku sengungukan.

Terima kasih, Ibu. 
Ibu kadang meminta maaf karena telah melahirkanku dengan tubuh berpenyakit. 
Aku sakit bukan karena Ibu.
Malah, Ibu selalu mendukungku.
Akulah yang seharusnya minta maaf. Ini bukan salah Ibu.

Terima kasih Ibu, teruslah dukung aku. Aku sangat bersyukur menjadi anak Ibu. 

dan juga surat dari sahabat Mio, Keiko-chan.Surat itu tiba di ruang rawat Mio. Saat itu, Mio sedang transplantasi sel darah putih untuk yang terakhir kali.

Untuk Mio.
Maaf, aku nggak tahu Mio sedang berjuang keras.
Lain kali kamu harus cerita, ya. Kita ini kan teman! Ah.. bukan..
Kita Sahabat! Aku sayang Mio!
Pokoknya haru-biru deh!. Manga ini cocok sama kamu yang udah bosen sama serial remaja yang isinya all about love mulu. Manga ini lebih menjurus ke kekeluargaan, kehangatan, kebersamaan, dan mengajari pentingnya itu hidup dan pentingnya itu berbagi.

Dan ternyata.Ini kisahnyata. Kisah nyata, ya.. kisah yang mengharu-biru ini kisah nyata. Sang Author,Sao Takebayashi, mengumpulkan info dari MAWJ. apa itu MAWJ? aku jelasih di pembahasan berikutnya aja ya. ^^

Dijamin dah, di novel ini gak ada yang namanya cinta-cintaan, kehidupan SMA dll. Jadi, selamat mencari manga ini yaa! (buat yang berminat).


 

Senin, 06 Februari 2012

Happy Birthday!! :)

Diposting oleh Aliya W di 03.24 0 komentar
Okay, this is a special dayh!!

Yunho-oppa Birthday!!


He is my favorite member in my favorite boyband, DBSK.

Happy Birthday U-know oppa!!! Please stay healty, long live, stay yourself, always successful in your carrier. God Bless You.

Ehm.. And... I hope you can find a woman who can color life... hihihi. :D
 

Vinthought Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos